Brutalisme manusia haus perang

Apa yang ada di belakang benak pemimpin negara yang membununuh 37 anak-anak di sebuah bangunan dengan teknologi canggih ? Jelas pemimpin seperti itu adalah orang yang harus perang. Tidak peduli anak-anak atau wanita, dalam pikirannya adalah bom, bom, serang dan hantam. Qana di Lebanon adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang terang-terangan.

Dengan berbagai dalih, membela bangsa, membela negara dan menyalahkan pihak lain adalah alasan klasik. Namun sudah nyata kejahatan kemanusiaan itu Dewan Keamanan PBB mandul.Bahkan personilnya ketika matipun dibiarkan terus tanpa ada sanksi.

Jadi teringat ketika Indonesia meninggalkan Dili dengan ratusan korban kemarahan para pendukungnya, Dewan Keamanan PBB dengan suara koor mengecam negeri miskin ini. Bahkan tetangganya – Australia – dengan sikap pahlawan langsung “menolong” rakyat Timor Leste. Di kemudian hari diketahui, ada pamrih di perbatasan dengan minyak milyaran dollar.

Dengan bantuan militer dan senjata bertumpuk, Israel sepertinya semakin besar kepala. Ini akan menuai badai di kemudian hari. Dikhawatirkan bahwa tanah Israel juga akan membara.

Solusi damai diabaikan, gencatan senjata disingkirkan karena yakin Hizbullah akan lumat dalam satu bulan. Kalkulasi yang salah karena haus perang.

Perang Dunia III memang takan muncul karena negara besar sedang akur. Namun korban sipil akan terus berjatuhan.

Pemimpin dunia sedang haus perang. Korban sipil dibiarkan dan dikhawatirkan akan ada api bara balas dendam. Saatnya suara pendukung damai bergema keras sampai ke benak para pemimpin yang harus perang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: